Kapolri: Hampir 665 Ribu Warga Terima Layanan Gratis dalam Bakti Kesehatan Polri 2026
Print Friendly and PDF

CETAK BERITA

Print Friendly and PDF

Kapolri: Hampir 665 Ribu Warga Terima Layanan Gratis dalam Bakti Kesehatan Polri 2026

Senin, 22 Juni 2026,

Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan sebanyak 664.975 masyarakat telah menerima layanan kesehatan gratis melalui program Bakti Kesehatan Polri 2026 yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Kapolri saat menghadiri puncak kegiatan Bakti Kesehatan Polri 2026 di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026).

"Angkanya tadi sampai dengan hari ini 664.975 masyarakat, di mana masyarakatnya tentunya terdiri dari masyarakat umum yang memang membutuhkan layanan kesehatan gratis," kata Sigit.

Program Bakti Kesehatan Polri berlangsung selama sebulan, mulai 1 Juni hingga 1 Juli 2026, dengan melibatkan sebanyak 5.354 tenaga kesehatan. Berbagai layanan diberikan kepada masyarakat, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, pengobatan umum, pemeriksaan gigi, layanan dokter spesialis, operasi katarak, operasi bibir sumbing, operasi bedah minor, donor darah, pemeriksaan laboratorium, khitan massal, hingga pelayanan kesehatan bagi penyandang disabilitas.

Pada puncak kegiatan di Jakarta, sekitar 8.000 peserta hadir untuk mengikuti layanan kesehatan yang disediakan.

Selain pelayanan kesehatan gratis, Polri juga meluncurkan program Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh, yang memberikan akses bagi para pekerja untuk memperoleh pemeriksaan kesehatan di seluruh rumah sakit Polri di Indonesia.

"Ini merupakan bagian dari bentuk komitmen dan kerja sama untuk bisa membantu memberikan layanan kesehatan bagi rekan-rekan buruh di seluruh Indonesia," ujar Sigit.

Dalam kesempatan tersebut, Polri juga meresmikan Rumah Sakit Bhayangkara Jombang. Kehadiran rumah sakit tersebut diharapkan dapat memperluas akses pelayanan kesehatan, baik bagi masyarakat umum maupun anggota Polri.

Kapolri menegaskan institusinya akan terus meningkatkan pelayanan kesehatan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi kontribusi Polri dalam mendukung program pemeriksaan kesehatan gratis yang dicanangkan pemerintah. Ia menekankan pentingnya deteksi dini terhadap empat faktor risiko utama penyakit tidak menular, yakni hipertensi, gula darah tinggi, kolesterol tinggi, dan obesitas.

Menurut Budi, penyakit tidak menular masih menjadi penyebab utama kematian di Indonesia.

"Penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian di Indonesia nomor satu stroke, nomor dua jantung, nomor tiga kanker, nomor empat ginjal," kata Budi.

Di sisi lain, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menyambut positif peluncuran Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh. Menurutnya, program tersebut akan sangat membantu para pekerja, terutama di tengah ancaman perlambatan ekonomi dan potensi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Sekarang Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh, ini sangat-sangat membantu buruh apalagi dalam situasi kesulitan ekonomi yang di depan mata akan mengancam badai PHK," ujar Andi Gani.

Program Bakti Kesehatan Polri 2026 menjadi salah satu upaya Polri dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat sekaligus mendukung program kesehatan nasional melalui pendekatan preventif dan deteksi dini penyakit.

TerPopuler