Sidoarjo - Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) terus memperkuat penyelidikan kasus kematian Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemerintah Kabupaten Bangkalan, RYS (51), yang jasadnya ditemukan di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Juanda, Rabu (24/6).
Hasil autopsi sementara mengindikasikan adanya dugaan tindak pidana pembunuhan. Namun hingga kini, penyidik masih mendalami penyebab pasti kematian korban serta memburu pelaku yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menegaskan bahwa seluruh jajaran kepolisian akan bersinergi untuk mempercepat pengungkapan kasus tersebut.
"Upaya sinergi dan kolaborasi semua pihak untuk dapat cepat mengungkap kasus ini akan terus kami lakukan," ujar Jules, Rabu (1/7).
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Siko Sesaria Putra, mengatakan hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan tindak pidana pembunuhan. Tim penyidik masih mengumpulkan alat bukti dan memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar yang dilakukan tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, ditemukan sejumlah indikasi adanya kekerasan pada tubuh korban. Di antaranya luka robek pada cuping telinga kiri serta perubahan warna kebiruan pada bibir yang diduga berkaitan dengan kondisi asfiksia atau kekurangan oksigen.
Meski demikian, kepolisian belum dapat memastikan penyebab kematian korban karena kondisi organ tubuh telah mengalami pembusukan lanjut, sehingga memerlukan pemeriksaan laboratorium lebih mendalam.
Saat ini, penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan toksikologi dari Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur terhadap sampel organ tubuh korban. Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan petunjuk ilmiah mengenai penyebab kematian sekaligus memperkuat proses penyidikan untuk mengungkap pelaku di balik kasus tersebut.