Bekasi - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjadi salah satu syarat utama dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif sekaligus menjamin keberlangsungan dunia usaha.
Penegasan tersebut disampaikan Sigit saat menghadiri Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Hubungan Industrial Berkeadilan dan Kondusivitas Investasi” itu dihadiri sekitar 2.000 pekerja yang berasal dari kurang lebih 1.200 perusahaan di kawasan industri MM2100 dan sekitarnya.
“Satu hal yang harus kita jaga adalah bagaimana iklim investasi tetap kondusif. Stabilitas kamtibmas dan keamanan menjadi syarat utama,” ujar Kapolri.
Menurut Sigit, Indonesia memiliki potensi besar menjadi salah satu tujuan investasi karena didukung kekayaan sumber daya alam serta besarnya pasar domestik.
Namun, potensi tersebut perlu diperkuat dengan iklim usaha yang sehat, kepastian hukum, serta jaminan keamanan bagi pelaku usaha dan investor.
Stabilitas keamanan di kawasan industri, lanjut Sigit, bukan hanya memberikan rasa aman kepada pengusaha dan investor, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kelangsungan operasional perusahaan serta keberlanjutan lapangan pekerjaan bagi para pekerja.
Hal itu dinilai semakin penting seiring dengan kebijakan pemerintah yang terus mendorong hilirisasi di berbagai sektor strategis, mulai dari mineral, energi, pangan hingga manufaktur.
Hilirisasi diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk di dalam negeri sekaligus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Kapolri memastikan Polri akan terus hadir dalam menjaga keamanan agar aktivitas investasi dan kegiatan usaha dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif.
“Polri ingin meyakinkan para pengusaha dan investor bahwa Indonesia merupakan tempat yang aman dan kondusif untuk berinvestasi,” kata Sigit.
Minta Pungli dan Premanisme Segera Dilaporkan
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga meminta para pelaku usaha tidak ragu melaporkan apabila menemukan praktik pungutan liar (pungli), premanisme, maupun bentuk kejahatan lainnya yang berpotensi mengganggu aktivitas perusahaan.
Ia menegaskan, setiap laporan harus segera ditindaklanjuti jajaran kepolisian sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Bagi pengusaha dan perusahaan yang masih menemukan aksi premanisme, pungli, maupun kejahatan lainnya, silakan dilaporkan. Saya minta kepolisian segera menindaklanjuti agar investor tidak ragu untuk masuk ke Indonesia,” tegasnya.
Menurutnya, jaminan keamanan merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan dunia usaha. Karena itu, berbagai bentuk gangguan terhadap aktivitas perusahaan harus ditangani secara cepat dan profesional.
Hubungan Industrial Harus Berkeadilan
Selain aspek keamanan, Sigit menilai hubungan industrial yang harmonis juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan dunia usaha.
Perbedaan kepentingan antara pekerja dan perusahaan, menurutnya, harus diselesaikan melalui komunikasi, dialog, serta musyawarah untuk mencapai solusi yang berkeadilan.
Perusahaan juga diminta menempatkan pekerja sebagai mitra strategis sekaligus aset perusahaan dengan tetap menaati ketentuan yang berlaku dan memenuhi hak-hak pekerja.
Di sisi lain, para pekerja diharapkan terus meningkatkan profesionalisme, disiplin, serta etos kerja guna mendukung pertumbuhan dan produktivitas perusahaan.
Kapolri menilai kesejahteraan pekerja, keberlangsungan dunia usaha, serta stabilitas keamanan merupakan tiga aspek yang harus berjalan secara seimbang.
“Dengan semangat persatuan, kemitraan, saling menghormati, dan gotong royong, mari kita wujudkan dunia usaha yang maju, pekerja yang semakin sejahtera, dan stabilitas kamtibmas yang terjaga,” pungkasnya. (Red)
