Apitan Wujud Syukur dan Menjaga Tradisi Budaya
Print Friendly and PDF

CETAK BERITA

Print Friendly and PDF

Apitan Wujud Syukur dan Menjaga Tradisi Budaya

الأربعاء، 6 مايو 2026,
Demak – Memasuki bulan Apit dalam penanggalan Jawa, warga Desa Bandungrejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak kembali menggelar tradisi Apitan atau Sedekah Bumi. Tradisi leluhur ini menjadi wujud rasa syukur atas hasil bumi, sekaligus ikhtiar memohon keselamatan dan ketenteraman desa untuk setahun ke depan. Apa Itu Bulan Apit & Tradisi Apitan Dalam kalender Jawa, Bulan Apit adalah bulan Dzulkaidah yang diapit dua bulan besar: Sawal dan Besar/Dzulhijjah. Karena posisinya “terjepit”, masyarakat menyebutnya Apit. Bulan ini diyakini waktu yang tepat untuk bersih desa karena leluhur “dipercaya” ikut menjaga kampung halaman. Bagi warga Demak seperti Bandungrejo, Apitan sekaligus jadi ungkapan syukur petani dan peterak Sebutannya beragam: Bersih Desa, Merti Desa, atau Apitan. Rangkaian Apitan Desa Bandungrejo 2026 1. Resik-resik Makam & Punden Warga kerja bakti membersihkan makam leluhur desa dan Punden Bandungrejo, dilanjut nyekar bersama. Awal dari golong gilig: menyatukan niat membersihkan hati sebelum bersih desa. 2. Kenduri Massal & Rayahan Berkah Modin desa memimpin doa Jawa dan tahlil. Setelah donga, tumpeng ageng dan gunungan diperebutkan warga. Rayahan ini dimaknai berebut berkah, bukan berebut makanan. Siapa dapat sayur, ikan, atau cabai dipercaya akan ketiban rezeki sesuai yang didapat. 3. Legenonan & Pentas Rakyat digelar seni karawitan tayub Demak,an lanjut wayang kulit sehari semalam siang dalang muda Demak Ki M ikhsan dan mendatangkan dalang Ki Bayu Aji dengan lakon WAHYU CAKRA NINGRAT  di pendopo kepala Desa. Dihadiri sekda Demak Sugiharto ST, MT, Dandim Demak letkol Dony romansah, Danramil 08 karanganyar kapt arh jalalul hadi, camat Karanganyar H, Ungguh Prakoso, Kapolsek karanganyar AKP M. Shaifuddin, SH, MKn, Kepala Desa Bandung Rejo H. parwoto didampingi staf dan jajaran pemdes Bandungrejo menikmati pertunjukan dengan suka Cita dan suasana ke akraban. Makna Apitan bagi Warga Bandungrejo "Tiga hal yang kami jaga di Apitan: *Golong Gilig, Sedekah, Rukun*,” jelas Kepala Desa Bandungrejo Parwoto. Golong gilig artinya semua masalah warga dilebur jadi satu. Sedekah wujud syukur ke Gusti Allah lewat bumi yang memberi. Rukun supaya Bandungrejo tetap ayem tentrem. Gunungan yang menjulang melambangkan doa agar hasil bumi dan tani terus meninggi. Hasil bumi yang dibagi rata bermakna rezeki tidak boleh hanya dinikmati sendiri. Jadwal Apitan Bandungrejo 2026 Pemerintah Desa Bandungrejo menetapkan puncak Apitan jatuh pada Seloso Pahing, hingga malam Rabu Pon 05 Mei 2026, mulai 08.00 WIB Umbul-umbul dan penjor sudah terpasang sejak 26 April 2026 di sepanjang jalan desa. Jaga Tradisi, Gerakkan Ekonomi Kepala Desa Bandungrejo menambahkan, Apitan kini juga menghidupkan UMKM. Pedagang kecil dari penduduk dan luar desa selama seminggu. "Masyarakat kami libatkan kepanitiaan konten dan dokumentasi. Biar Apitan dikenal luas tapi tidak hilang sakralnya,” ujarnya.  

TerPopuler