Kapolres Kediri Pimpin Apel Besar Sabuk Kamtibmas 2026, Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Keamanan saat May Day
Print Friendly and PDF

CETAK BERITA

Print Friendly and PDF

Kapolres Kediri Pimpin Apel Besar Sabuk Kamtibmas 2026, Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Keamanan saat May Day

السبت، 2 مايو 2026,

Kabupaten Kediri – Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2026, Bramastyo Priaji memimpin Apel Besar Sabuk Kamtibmas Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Kediri.

Kegiatan yang berlangsung di lapangan apel Polres Kediri pada Kamis, 30 April 2026 itu dihadiri perwakilan Kodim 0809/Kediri Mayor Inf. Yuliadi Purnomo, jajaran Forkopimda, serta berbagai elemen masyarakat dan organisasi kemasyarakatan.

Dalam sambutannya, AKBP Bramastyo Priaji menegaskan bahwa apel besar tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata komitmen bersama antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah.

“Agenda apel besar ini mengangkat tema mewujudkan sinergitas Polda Jawa Timur bersama Sabuk Kamtibmas dan potensi masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban, dan keutuhan sosial di wilayah Jawa Timur,” ujar AKBP Bramastyo.

Kapolres Kediri menjelaskan, Sabuk Kamtibmas memiliki peran strategis sebagai pengikat persatuan sosial, penguat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, pelindung masyarakat dari konflik, hingga benteng bersama dalam menjaga stabilitas daerah.

Menurutnya, tantangan ke depan semakin kompleks, mulai dari potensi konflik sosial, penyusupan kepentingan kelompok tertentu dalam aksi massa, penyebaran hoaks dan propaganda digital, radikalisme dan intoleransi, hingga ancaman bencana alam dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Polri tidak dapat bekerja sendiri. Kunci utama menjaga harkamtibmas adalah sinergi, soliditas, dan partisipasi aktif masyarakat,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres juga menekankan sejumlah langkah strategis yang harus dilakukan bersama, di antaranya memperkuat deteksi dini dan pencegahan gangguan kamtibmas, membangun kolaborasi lintas sektoral tanpa ego kelembagaan, serta menjadikan masyarakat sebagai mitra strategis dalam menjaga lingkungan masing-masing.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya mengantisipasi potensi bencana, krisis sosial, dan menjaga ruang demokrasi agar tetap sehat, damai, serta bermartabat tanpa diwarnai provokasi maupun disinformasi.

Menurut AKBP Bramastyo, stabilitas keamanan merupakan modal utama pembangunan daerah. “Tanpa kondisi yang kondusif, investasi akan terganggu, pertumbuhan ekonomi terhambat, dan kesejahteraan masyarakat terancam,” katanya.

Ia berharap Sabuk Kamtibmas dapat menjadi gerakan nyata yang berkelanjutan hingga tingkat desa dan komunitas masyarakat.

“Mari kita rapatkan barisan, perkuat komitmen, dan teguhkan kebersamaan demi terwujudnya Jawa Timur yang aman, damai, tangguh, dan sejahtera,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri berbagai organisasi kemasyarakatan dan komunitas, di antaranya Banser Kabupaten Kediri, PSHT 16, IKS, komunitas ojek online Pare dan Kabupaten Kediri, Senkom Bonggol Jagung, Jongko Joyo Boyo, Gusdurian Mojokutho Pare, Pagar Nusa, unsur RT, hingga tokoh masyarakat lainnya.

Turut hadir pula Wakapolres Kediri, para Kabag, Kasat, Kapolsek jajaran, serta personel Bintara Polres Kediri. Dalam kegiatan itu juga dilaksanakan penandatanganan komitmen bersama untuk menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Kediri.

TerPopuler